Friday, May 15, 2009

Mengubah Output di Tag XML (Oracle Report)


Well.. Gw tadi siang sempat kebingungan mengedit report yang dibuat sama orang lain.. Padahal cuma ganti nama kolomnya doang.. Report itu dibuat pake oracle report builder, dan outputnya adalah XML (diregister di oracle Apps. Tidak memakai xml publisher loh karena di R11). Awalnya saya mengira hanya menambahkan/mengedit alias di dalam query, maka bereslah problemnya. Ternyata, nama kolom tersebut belum berubah..

Akhirnya ketemulah solusinya. Caranya gampang, tinggal mengubah di object navigator, dibagian Data Model->Groups, pilih database column yg mau kamu ubah nama kolomnya. Lihat propertinya. Lihat di bagian 'XMLTag'(kotak merah), di bagian itulah kita bisa mengubah value tag xml (tag xml ini nantinya akan menjadi nama kolom di tampilan report).

Selain itu kita bisa juga menghidden(menyembunyikan) kolom, dengan cara mengubah value properti 'Exclude from XML output'(kotak hijau) menjadi 'Y'. Cara ini berguna bila query utama kita menggunakan gruping, tapi kolom yg kita grouping tidak mau ditampilkan

Lihat gambar di atas


Thursday, April 30, 2009

Oracle Business Accelerator

Oracle Business Accelerator (OBA) menurut saya adalah salah satu oracle solution untuk Mid sized business (bisnis berskala menengah). Karena OBA adalah suatu metodologi untuk mempercepat implementasi oracle applications. Misalnya implementasi oracle applications yang seharusnya 7 bulan bisa dipersingkat menjadi 5 bulan. Sehingga cost (biaya) implementasi bisa ditekan.

Praktek lapangannya, ketika implementasi menggunakan OBA, seorang implementor akan membawa sebuah standar business process (standard oracle) yang akan ditawarkan kepada clientya. Sehingga seorang implementor tidak mengimplementasi from scratch, layaknya implementasi tanpa OBA. Tetapi business process yang ditawarkan tidak mutlak diterapkan. Bisa di custom (diubah) sesuai dengan keinginan client.

Umumnya semua orang salah kaprah karena OBA ditujukan pada Mid sized business, sehingga oracle applications menggunakan OBA berbeda dengan oracle applications yang diimplementasi pada perusahaan besar. Padahal OBA hanya metodologi, tetap mengguankan oracle E Business Suite sama halnya dengan implementasi biasa.

reference: summary from ERP for Mid Size and Growing Organization seminar by PT Mitra Integrasi Informatika (MII)
23 April 2009

Wednesday, April 29, 2009

AP Trial Balance VS Invoice Aging Report

Well... menikmati keseharianku sebagai oracle applications technical, saya mendapat ilmu baru. Saya tergerak mencari ilmu mengenai report AP Trial Balance dan report Invoice Aging Report karena adanya pengalaman berharga di suatu client. Bolak balik saya disuruh edit report tanpa mengetahui alasan dan tujuan report tersebut dibuat.. Akhirnya demi membela diri, saya terinispirasi untuk mencari hal tersebut. Dan ini lah yang saya dapat kan

Account payables trial balance (AP Trial Balance) report adalah report yang menunjukkan invoice yang belum dibayar dimana invoice tersebut sudah ditransfer ke GL, tanpa memperhatikan waktu jatuh tempo invoice.

AP Trial Balance = Posted Invoice - Posted Payments
Keterangan:
Posted Invoice didapatkan dengan menjalankan Posted Invoices Report(standard oracle)

Posted Payments didapatkan dengan menjalankan Posted Payments Report(standard oracle)


Invoice Aging report adalah report yang menunjukkan invoice yg belum dibayar, tanpa memperhatikan waktu jatuh tempo invoice dan status invoice hold atau onhold.

Aging Invoice total = AP Trial Balance total + Total of Swept(Unposted Transactions)

reference :
http://www.oracleappshub.com/account-payable/month-end-process-useful-payable-reports/


Thursday, January 22, 2009

FNDLOAD

FNDLOAD merupakan salah satu oracle solution yang dapat mengubah file dalam database format ke dalam text file(.ldt). Sehingga file .ldt dapat diedit dapat diubah sesuai dengan environment di mana file tersebut akan dipindahkan. Sehingga file-file database format dapat dipindahkan dari satu database ke database yang lain. Biasanya digunakan untuk memindahkan file-file concurrent program dari database development ke database production

Proses mengubah file dari database format ke dalam text file(.ldt) disebut downloading. Sebalikanya proses mengubah file dari text file(.ldt) ke dalam database format disebut uploading. Skema kerja dari FNDLOAD dapat dilihat dari gambar dibawah ini:

Berikut adalah file-file yang dapat digunakan oleh FNDLOAD:
• Concurrent Programs, Executables
• Request Groups, Request Sets
• Profile Options
• Key and Descriptive Flexfields
• Menus and Responsibilities
• Forms and Form Functions
• Attachments
• Messages
• Value Sets and Values
• Lookup Types
• User Responsibilities
• Printer Definitions
• FND Dictionary
• Help Configuration
• Document Sequences
• Concurrent Manager Schedules
Berikut adalah script-script dari FNDLOAD:
1. Untuk downloading concurrent program
FNDLOADapps/pwd 0 Y DOWNLOAD ${FND_TOP}/patch/115/import/afcpprog.lct myfile.ldt \ PROGRAM CONCURRENT_PROGRAM_NAME= concurrent_program_short_name> APPLICATION_SHORT_NAME=

Contoh:
FNDLOAD apps/apps O Y DOWNLOAD $FND_TOP/patch/115/import/afcpprog.lct FDC_AR_KWITANSI.ldt PROGRAM APPLICATION_SHORT_NAME="AR" CONCURRENT_PROGRAM_NAME="FDC_AR_KWINTASI"

Untuk downloading concurrent program sudah termasuk downloading value set (LOV) yang dipakai sebagai parameter pada cocurrent program tersebut

2. Untuk uploading concurrent program
FNDLOAD apps/apps 0 Y UPLOAD $FND_TOP/patch/115/import/afcpprog.lct .ldt
Contoh:
FNDLOAD apps/apps 0 Y UPLOAD $FND_TOP/patch/115/import/afcpprog.lct FDC_OM_SO.ldt

Apabila di environment yang baru, sudah ada concurrent program yang sama, maka kita gunakan CUSTOM_MODE=FORCE. Agar concurrent program yang aktif adalah concurrent program yang baru kita upload. Untuk hal seperti ini tidak bisa menggunakan script upload yang biasa. Harus ditambahkan CUSTOM_MODE=FORCE, seperti contoh di bawah ini.

FNDLOAD apps/apps 0 Y UPLOAD $FND_TOP/patch/115/import/afcpprog.lct FDC_OM_SO.ldt – CUSTOM_MODE=FORCE

3. Untuk downloading data template dan data definition
FNDLOAD apps/apps 0 Y DOWNLOAD $XDO_TOP/patch/115/import/xdotmpl.lct FDC_OM_SO_XML.ldt XDO_DS_DEFINITIONS APPLICATION_SHORT_NAME="ONT" DATA_SOURCE_CODE="FDC_OM_SO"

4. Untuk uploading data template dan data definition
FNDLOAD apps/apps 0 Y UPLOAD $XDO_TOP/patch/115/import/xdotmpl.lct FDC_OM_SO_XML.ldt


Reference:
• Oracle Applications Systems Administrator’s Guide
• Metalink Notes: 117084.1, 228614.1 232029.1 , 274667.1

Saturday, January 17, 2009

Stop and Start Oracle

Well jika kita ingin backup, cloning, atau apply patching (dikerjakan secara downline), mematikan database dan oracle apps adalah langkah awal.
Yang perlu diingat adalah langkah2 mematikan atau menghidupkan lagi oracle database dan apps.. Karena kalau salah, nanti oracle tidak mau mati atau tidak mau nyala lagi..

Intinya kalo matu matikan, langkah-langkahnya:
1. Matikan orcale apps
2. Matikan listenernya
3. Matikan databasenya

Kalau mau start lagi, langkah2nya:
1. Hidupkan database
2. Hidpukan listener
3. Hidupkan oracle apps

Detailnya seperti ini:
  • Matikan apps

/u01/oravis/inst/apps/VIS_rifkydev/admin/scripts/

Jalankan: sh adstpall.sh username/password

Setelah perinta ini di jalankan, kita harus memastikan bahwa semua library yang dijalan kan oleh oravis mati. Caranya dengan jalankan : ps –ef|grep LIBR

  • Matikan listener

/u01/oravis/db/tech_st/10.2.0/appsutil/scripts/VIS_rifkydev/

Jalankan: sh addlnctl.sh stop SID

  • Matikan database

/u01/oravis/db/tech_st/10.2.0/appsutil/scripts/VIS_rifkydev/

Jalankan: sh addbctl.sh stop immediate



  • nyalakan databasenya lagi

/u01/oravis/db/tech_st/10.2.0/appsutil/scripts/VIS_rifkydev/

Jalankan: sh addbctl.sh start\

  • Nyalakan listenernya

/u01/oravis/db/tech_st/10.2.0/appsutil/scripts/VIS_rifkydev/

Jalankan: sh addlnctl.sh start SID

  • Nyalakan appsnya

/u01/oravis/inst/apps/VIS_fotisdev/admin/scripts/

Jalankan: sh adstrtal.sh username/password


NB: Alamat directory di atas berbeda2 di tiap server. Yang penting kita tau di mana letak scritp untuk start dan stop.
Untuk memudahkan, kita bisa buat file sh baru yang menggabungkan script buat start dan script buat stop.
Dan letakkan di root atau di manapun agar kita mudah aksesnya.


Mohon diberihtaahu kalo ada salah dalam langkah.. Soalnya ini berdasarkan pengalamanku.. Bahkan kalo ingin menambahkn juga boleh kok boss.....


See u in next blogs entry

Sunday, October 26, 2008

The Account is Locked

Setelah menginstall oracle 10g timbul masalah... Ketika login menggunakan SQLPlus, account scott dengan password default tiger, masih di locked oleh sistem. Cara mengatasinya adalah sebagai berikut:
- Buka command prompt
- ketikkan perintah : sqlplus "/as sysdba"
setelah di enter, maka anda sudah login sebagai sysdba
- Membuka lock accont tiger:
Ketik: SQL> alter user scott account unlock;
SQL> grant connect, resource to scott;
- Coba deh login lagi pake scott dan password tiger.. insya allah bisa

Sepertinya cara ini bisa jg untuk mengaktifkan account lain.

Sumber: http://blogs.sun.com/rajeshthekkadath/entry/resolving_oracle_error_ora_28000

Saturday, May 31, 2008

Smart Client Software Factory Part III (CAB)

CAB(Composite UI Application Block)
Framework utk implementasi smart client yang dirilis oleh Microsoft.. Kalo udah install SCSF di .NET CAB itu udah termasuk di dalamnya, terintegrasi di dalamnya..

Fungsionalitasnya:
  • Memanggil modul-modul ke dalam common shell sesuai dengan konfigurasi.
  • Support Composition Pattern
  • Dapat menerapkan Command Pattern
  • Dapat menerapkan MVP

Dengan menggunakan CAB kita bisa membuat aplikasi smart client dengan pendekatan Use Case Driven.
Jadi setiap use case akan menjadi sebuah WorkItem. Apabila ada use case yang mempunyai hubungan, berarti bisa terjadi 2 kemungkinan:
  1. Merupakan containment dari WorkItem yang satu lagi
  2. Ada komunikasi antar 2 WorkItem tersebut yang bisa diimplentasi kan dengan service,event-broker ataupun commands(perintah-perintah).
Bingung kan?? Ntar deh diterapin langsung ke SCSF yg penting konsep dulu..

Ada 3 proses penting
membangun aplikasi smart client dengan CAB:
  1. Desain dan implementasi Shell
  2. Membuat Infrastructure Services
  3. Membauat Use Case yang aktual
Hmm... Kayaknya biar lebih afdhol utk detail 3 proses dia atas, rencananya saya mau bikin semacam diskusi + demo di lab tercinta : Lab RPL IT Telkom.. Jadwalnya, liat aja trus blog ini, kalo dah pasti ntar di postingin jadwalnya....

Smart Client Software Factory Part II (SCSF Tutorial)

Sebelumnya minta maaf nih, telat sebulan lebih dari agenda awal tuk "Smart Client Software Factory Part II".. Padahal dah ada 2 orang yang nunggu (Hmm ada secret admirer juga utk SCSF, gak bs diitung.. : ) ).. Sebagai permintaan maaaf SCSF Part II dan Part III akan dirilis secara langsung malam ini... Chayoooo.....

Hmm... Microsoft memiliki 4 kategori untuk pengembangan software factory... Tapi yang mau dibahas di sini hnya salah satu dari kategori tersebut, yaiut SCSF (Smart Client Software Factory).

Untuk mengetahui apa itu aplikasi smart client, buka aja wikipedia.. Soalnya mau ngebahas SCSF nya...

Menurut pengalaman... Step-step belajar SCSF:
1. Konsep Software factory (di bagian sebelumnya sudah dijelaskan)
2.CAB(Composite UI Application Block).
Baca "Architecting Composite Smart Client Using CAB dan SCSF" by Mario Szpuszta
3.SCSF Developer Labz
Bisa di download dari situs microsoft langsung. Isinya itu tentang step-by step buat apliaksi SCSF yang sederhana. Selepas dari tahap ini dah bisa bikin aplikasi sendiri. Seperti saya buat Tugas Akhir saya (Loh lom beres rupanya... : ) )
4. Baca artikel lain biar ikut perkembangan SCSF

Langkah-langkah ini menurutku penting diikuti urutannya, terutama yang gak terlalu paham dengan SCSF. Soalnya pengalaman pusing banget belajarnya waktu ketuker langkah, langkah 3 dan 4 dulu baru langkah ke 2.. Susah pahamnya.. Maka dari itu spy gak ada orang di dunia ini yang sesat kayak saya lagi, saya posting nih.. Sekali lagi ingat, ini hanya menurut saya, orang bodoh yang lagi belajar... :).